kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Jokowi saksikan langsung Go-Jek luncurkan Go-Viet di Vietnam


Rabu, 12 September 2018 / 20:36 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi menghadiri peluncuran Go-Viet di Vietnam


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikator transportasi berbasis daring asal Indonesia Go-Jek ekspansi ke Vietnam. Dengan ditandai peluncuran Go-Viet di sela World Economic Forum on ASEAN di Hotel Melia, Hanoi, Vietnam, Rabu, (12/9).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyaksikan langsung peluncuran Go-Viet. Asal tahu, Jokowi tengah melakukan lawatan kenegaraan di Vietnam sejak Selasa (11/9).

"Go-Viet dikembangkan khusus untuk Vietnam. Go-Viet bertujuan bukan saja untuk memudahkan pengguna di Vietnam, tapi juga meningkatkan kesejahteraan para mitra," ujar CEO Go-Jek Nadiem Makarim dalam sambutannya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (12/9).

Sekadar tahu saja, Go-Viet merupakan produk aplikasi penyedia jasa transportasi di Vietnam yang berkolaborasi dengan Go-Jek Indonesia.


Atas pencapaian tersebut, Presiden Jokowi tak lupa menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan kolaborasi yang telah dilakukan Go-Jek.

“Saya ingin mengucapkan selamat atas suksesnya Go-Jek kerja sama dengan Vietnam menjadi Go-Viet, " ucap Presiden Jokowi.

Presiden juga menyatakan pemerintah Indonesia akan terus mendukung masuknya teknologi yang berasal dari Indonesia ke berbagai negara tetangga.

“Sudah masuk ke sini artinya teknologi dari anak-anak bangsa diterima masuk untuk negara-negara lain,” ujar Presiden kepada Nadiem.

Tampak pula hadir dalam acara peresmian Go-Viet adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, CEO Go-Jek Nadiem Makarim, dan CEO Go-Viet Nguyen Vu Duc.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×