kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Jokowi resmikan kelanjutan proyek monorel


Rabu, 16 Oktober 2013 / 10:41 WIB
ILUSTRASI. 10 Universitas Terbaik Indonesia Versi QS WUR 2023, Kampus Ini Raih Nomor 1.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pagi ini, Rabu (16/10/2013) telah mengesahkan pengerjaan proyek monorel dilanjutkan oleh PT Jakarta Monorel melalui peresmian peletakan batu pertama atau groundbreaking kelanjutan pembangunan.

"Dengan mengucap Bismillah, saya nyatakan dilanjutkan kembali proyek monorel," ujar Joko Widodo dalam acara peletakan batu pertama melanjutkan proyek monorel yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2013).

Sementara, Komisaris Utama PT Jakarta Monorel Edward Soeryadjaya mengharapkan kelanjutan proyek Monorel ini merupakan langkah besar untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga Jakarta.

"Kegiatan ini langkah kecil untuk langkah raksasa membangun transpotasi massal," ucap Edward.

Edward melanjutkan, proyek Monorel akan terbagi menjadi dua jalur, yakni Green Line yang terbentang sepanjang 14.3 km dengan 16 stasiun dari Palmerah ke Kuningan melalui Sudirman.

Sementara Blue Line yang terbentang sepanjang 13,7 km dengan 14 stasiun dari Kampung Melayu sampai Grogol.

"Target 300 ribu penumpang per hari di 2016.  Maksimal 600 ribu per harinya di tahun 2020," kata Edward.

Seperti diketahui, proyek transportasi massal modern ini sudah pernah digagas sejak era kepemimpinan Gubernur DKI Sutiyoso dan baru direalisasikan pada era kepemimpinan Fauzi Bowo.

Namun, dalam perjalanannya proyek senilai 1,5 miliar US Dollar atau Rp15 triliun ini terhenti, hanya menyisakan tiang-tiang yang kini dimanfaatkan sebagai billboard atau ekshibisi mural. (tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×