kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Jokowi resmikan kelanjutan proyek monorel


Rabu, 16 Oktober 2013 / 10:41 WIB
ILUSTRASI. 10 Universitas Terbaik Indonesia Versi QS WUR 2023, Kampus Ini Raih Nomor 1.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pagi ini, Rabu (16/10/2013) telah mengesahkan pengerjaan proyek monorel dilanjutkan oleh PT Jakarta Monorel melalui peresmian peletakan batu pertama atau groundbreaking kelanjutan pembangunan.

"Dengan mengucap Bismillah, saya nyatakan dilanjutkan kembali proyek monorel," ujar Joko Widodo dalam acara peletakan batu pertama melanjutkan proyek monorel yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2013).

Sementara, Komisaris Utama PT Jakarta Monorel Edward Soeryadjaya mengharapkan kelanjutan proyek Monorel ini merupakan langkah besar untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga Jakarta.

"Kegiatan ini langkah kecil untuk langkah raksasa membangun transpotasi massal," ucap Edward.

Edward melanjutkan, proyek Monorel akan terbagi menjadi dua jalur, yakni Green Line yang terbentang sepanjang 14.3 km dengan 16 stasiun dari Palmerah ke Kuningan melalui Sudirman.

Sementara Blue Line yang terbentang sepanjang 13,7 km dengan 14 stasiun dari Kampung Melayu sampai Grogol.

"Target 300 ribu penumpang per hari di 2016.  Maksimal 600 ribu per harinya di tahun 2020," kata Edward.

Seperti diketahui, proyek transportasi massal modern ini sudah pernah digagas sejak era kepemimpinan Gubernur DKI Sutiyoso dan baru direalisasikan pada era kepemimpinan Fauzi Bowo.

Namun, dalam perjalanannya proyek senilai 1,5 miliar US Dollar atau Rp15 triliun ini terhenti, hanya menyisakan tiang-tiang yang kini dimanfaatkan sebagai billboard atau ekshibisi mural. (tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×