kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.522   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi-PM Abe singgung nuklir Korea Utara


Minggu, 15 Januari 2017 / 22:36 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Jepang, Shinzu Abe, Minggu (15/1) sore bertemu di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, Abe mengatakan, dirinya dan Jokowi membahas banyak hal.

Salah satunya, masalah Korea Utara. Yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan nuklir dan rudal Korea Utara, yang menurutnya telah menjadi ancaman baru.

"Kami bertukar pikiran mengenai pelaksanaan secara tegas resolusi PBB soal itu," kata Abe usai pertemuan.

Selain pengembangan nuklir, Abe mengatakan, dirinya dan Jokowi juga membahas kasus penculikan warga negara Jepang oleh Korea Utara. "Kedua negara sepakat kerjasama supaya isu penculikan yang menjadi tantangan terberat Pemerintahan Abe bisa segera diatasi," kata Abe.

Presiden Joko Widodo mengatakan, selain isu tersebut, dirinya dengan Abe juga membahas beberapa upaya peningkatan kerjasama di bidang ekonomi. Di sektor ini, kedua negara ingin meningkatkan kerjasama dalam pembangunan infrastruktur.

Di bidang ekonomi, Indonesia juga meminta Jepang untuk bisa membuka pasar mereka terhadap produk perikanan dan pertanian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×