kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Jokowi: Perpecahan suara di kalangan ulama adalah hal yang lumrah


Senin, 17 September 2018 / 20:54 WIB
Jokowi: Perpecahan suara di kalangan ulama adalah hal yang lumrah
ILUSTRASI. FORMASI TIM PEMENANGAN JOKOWI-MARUF AMIN


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memandang perpecahan suara terhadap ulama itu adalah hal yang lumrah dalam demokrasi. Hal ini terjadi karena dalam Ijtima Ulama II, baru saja memutuskan untuk mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

"Indonesia negara demokrasi sering saya sampaikan ada satu kelompok pendukung Prabowo, dan kelompok lain dukung saya dan kyai (Maruf Amin) ya ini demokrasi silakan enggak dilarang," ungkap Presiden usai memberikan arahan Caleg Perindo di Gedung MNC, Senin (17/9).

Menurut Presiden, di negara demokrasi tentu saja ada kelompok lain yang juga memberikan dukungan ke pihak lain. Meski begitu, ia meyakini masih ada kelompok ulama lain yang akan mendukung dirinya dengan Ma'ruf Amin.

"Kita semua tahu bahwa Kyai Maruf Amin ulama besar Ketua MUI tidak bisa ditutup-tutupi memang faktanya seperti itu," tambah Jokowi. Tapi dirinya menghimbau, bagi siapapun yang akan mendukung calon presiden manapun harus dukung dengan sehat dan adil.

Misalnya, menguji ide dan gagasan program yang disampaikan atau yang telah dilaksanakan. "Saya kira penting sekali sehatnya demokrasi di tanah air kedewasaan berdemokrasi kita," lanjut dia.

Terlebih, Pemilu merupakan kontestasi gagasan hasil kerja dan prestasi rekam jejak. Jadi, jangan dalam Pilpres ini memakai isu SARA lagi dan memfitnah. "Saya kira hal itu tidak mendewasakan mematangkan demokrasi kita," kata Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×