kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jokowi Minta Gubernur Jaga dan Tingkatkan Konsumsi Rumah Tangga Jadi 5,4% di 2023


Kamis, 23 Februari 2023 / 11:09 WIB
Jokowi Minta Gubernur Jaga dan Tingkatkan Konsumsi Rumah Tangga Jadi 5,4% di 2023
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo meninjau proyek Jalan Tol Kawasan Inti IKN,?Kalimantan Timur (22/2/2023).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dengan dicabutnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada akhir tahun 2022, konsumsi masyarakat atau belanja masyarakat dapat meningkat di tahun 2023.

Di mana dengan konsumsi masyarakat yang meningkat akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para kepala daerah utamanya Gubernur untuk menjaga agar konsumsi rumah tangga itu terjaga dan meningkat.

"Kewajiban pada Gubernur adalah bagaimana menjaga agar konsumsi rumah tangga itu terjaga dan meningkat," kata Jokowi dalam Pembukaan Rakernas APPSI Tahun 2023, yang disiarkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (23/2).

Baca Juga: Jaga Pertumbuhan di Atas 5% di Tengah Ketidakpastian Global, Berikut Strategi Menkeu

Ia menjelaskan, pada 2022 konsumsi masyarakat atau konsumsi rumah tangga berada diangka 4,93%. Kemudian di tahun 2023 diharapkan dapat meningkat menjadi 5,4%.

Jika konsumsi rumah tangga dapat ditingkatkan ke level tersebut, maka otomatis pertumbuhan ekonomi ikut naik. Maka Ia mewanti-wanti hal yang berkaitan dengan belanja masyarakat agar tidak ditahan.

"Hal yang berkaitan dengan belanja masyarakat jangan sampai ada yang menahan-nahan. Saya berikan contoh, hal kecil tapi sebenarnya besar, yaitu event seni dan olahraga. Itu adalah belanja masyarakat," jelasnya.

Tahun 2023 diperkirakan terdapat sekitar 3.000 even olahraga dan seni. Kegiatan tersebut merupakan hal yang baik dalam mendorong konsumsi masyarakat hingga akhirnya meningkatkan perekonomian nasional.

Maka Jokowi menitipkan kepada Kapolri dan para Gubernur dan Sekda agar perizinan event-event tersebut jangan dihambat. Upaya percepatan perizinan dilakukan untuk mendorong peningkatan belanja masyarakat. Pasalnya tahun lalu masih ada belanja masyarakat yang belum dimaksimalkan.

"Karena ini menyangkut belanja masyarakat yang tadi ditahan Rp 690 triliun tadi. Biar itu keluar, dibelanjakan, ngga apa-apa untuk nonton konser, sepakbola, dia akan spending masyarakat itu. Belanja entah di warung, di PKL, belanja kaos untuk event olahraga," tuturnya.

Baca Juga: Dampak Kebijakan BI di Tengah Inflasi yang Melandai




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×