kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Jokowi minta daerah alokasikan lebih banyak tempat perawatan Covid-19


Selasa, 20 Juli 2021 / 07:15 WIB


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah untuk mengalokasikan lebih banyak tempat perawatan pasien virus corona (Covid-19).

Langkah itu diminta Jokowi untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini. Sejumlah daerah disebut masih mengalokasikan ruang perawatan rumah sakit untuk pasien Covid-19 sebanyak 20% hingga 30%.

"Ini bisa dinaikkan. Bisa 40% atau seperti di DKI (Jakarta) sampai ke 50% yang didedikasikan kepada (pasien) Covid-19," ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada Kepala Daerah seluruh Indonesia, Senin (19/7).

Jokowi meminta agar kepala daerah memahami ketersediaan ruang perawatan pasien Covid-19. Sejumlah daerah menunjukkan tingginya kapasitas ruang perawatan yang terpakai (BOR).

Namun, hal itu dikarenakan alokasi ruangan yang digunakan untuk pasien Covid-19 masih rendah hanya 20%. Selain itu, Jokowi juga mendorong kepala daerah untuk menyiapkan rencana rumah sakit darurat atau rumah sakit cadangan.

Baca Juga: Realisasi perlindungan sosial belum capai 20%, Jokowi minta kebut bansos

Ketersediaan rumah sakit diperlukan untuk mencegah meningkatnya angka kematian akibat Covid-19. Oleh karena itu perlu pengecekan terus menerus dalam penanganan Covid-19.

"Jangan sudah penuh baru menyiapkan, akan terlambat. Saya minta terutama untuk urusan rumah sakit, agar kita semuanya betul-betul cek betul, kontrol lapangan," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi juga mendorong agar terdapat fasilitas isolasi hingga tingkat kelurahan. Fasilitas isolasi terpusat dibutuhkan mengingat sulitnya mencegah penularan dalam pemukiman padat penduduk.

"Saya kira ini, kecepatan penularan akan sangat masif kalau itu tidak disiapkan isolasi terpusat di kelurahan itu, atau paling tidak di kecamatan," terangnya.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, Pada Senin (19/7) terdapat tambahan 34.257 kasus positif Covid-19.

Angka kesembuhan bertambah 32.217 kasus dan 1.338 tambahan kasus kematian. Hingga saat ini terdapat 542.938 kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

Selanjutnya: Harga kremasi jenazah Covid-19 di Jakarta melonjak, ini kata Wagub DKI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×