kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jokowi minta Brasil tidak intervensi eksekusi mati


Selasa, 24 Februari 2015 / 14:05 WIB
ILUSTRASI. Simak jadwal keberangkatan KRL Jogja-Solo hari ini, Senin-Jumat, 11-15 September 2023


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait memanasnya hubungan diplomatik Indonesia-Brasil.

Dalam keterangan persnya hari ini, Jokowi mengatakan jika tindakan Presiden Brasil yang batal memberikan credential kepada Dubes Indonesia Toto Riyanto merupakan bentuk intervensi terhadap hukum Indonesia. "Saya sampaikan secara tegas, jangan ada intervensi masalah eksekusi mati," kata Jokowi, Selasa (24/2) di Istana Merdeka, Jakarta.

Seperti diketahui, menjelang eksekusi terpidana mati warga negara asal Brasil, Ricardo Gularte, pemerintah Brasil menolak Duta Besar Indonesia. Presiden Brasil Dilma Rousseff mengatakan izin kerja untuk Duta Besar Indonesia ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Menurut Jokowi, Indonesia harus menjaga kedaulatan hukumnya, dan juga kedaulatan politiknya. Masalah ini merupakan hal yang besar, oleh karenanya Toto diminta untuk kembali ke Tanah Air. Jokowi pun telah menyampaikan nota keberatan atas sikap pemerintah Brasil.

Bahkan, menurut Wapres Jusuf Kalla, Indonesia akan mengevaluasi hubungan politik dan ekonomi dengan negeri asal pesepakbola Pele tersebut. Selama ini, hubungan ekonomi Indonesia dengan negeri Samba cukup erat, Indonesia tercatat sering mengimpor berbagai produk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×