kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Jokowi Minta Bangun Kemandirian Pangan dengan Bahan Pangan Asli Tiap Daerah


Selasa, 21 Juni 2022 / 16:04 WIB
Jokowi Minta Bangun Kemandirian Pangan dengan Bahan Pangan Asli Tiap Daerah
ILUSTRASI. Presiden Jokowi mengatakan, kemandirian pangan nasional merupakan salah satu program yang menjadi fokus pemerintah.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemandirian pangan nasional merupakan salah satu program yang menjadi fokus pemerintah. Terlebih di tengah kondisi ancaman krisis pangan dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan perlunya gotong royong membangun kemandirian pangan dengan mengembangkan pangan sesuai karakteristik tiap daerah.

"Kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan," kata Jokowi dalam Rakernas II PDIP, Selasa (21/6).

Sebagai langkah mewujudkan kemandirian pangan, maka setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dengan karakteristik tanah, kondisi masyarakat dan sesuai tradisi warganya.

Baca Juga: Sindir Bulog, Jokowi: Borong Hasil Petani Tapi Tak Bisa Dijual

Jokowi memberi contoh di Papua, tanah disana cocok untuk menanam sagu ditambah dengan tradisi konsumsi sagu masyarakat. Jokowi pun meminta sagu dijadikan tanaman pangan yang dikembangkan guna mendorong kemandirian ke depan.

"Jangan kita paksa-paksa untuk makan padi, makan beras, dan kita paksa-paksa untuk menanam padi, untuk makan nasi. Jangan kita paksa untuk keluar dari kekuatannya, dari karakternya. Apalagi kalau kita tahu, sagu itu justru makanan yang paling sehat, karena gluten free tidak mengandung gluten, tidak mengandung gula," jelasnya.

Begitu pula di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang karakteristik tanahnya cocok untuk ditanami sorgum dan jagung. Tanaman pangan yang dimiliki tiap-tiap daerah di Indonesia juga berpotensi untuk diimpor ke negara lain.

"Potensi tanaman pangan di tiap ini nanti yang akan dikejar oleh negara-negara ain, hal-hal seperti ini yang kita sering lupa. Termasuk porang, kenapa dikejar? Karena di situ juga sangat rendah gulanya. Makanan yang sangat sehat," imbuh Jokowi.

Baca Juga: Puji Megawati di Rakernas II PDIP, Jokowi: Auranya Sangat Cantik Sekali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×