kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Jokowi Minta Bangun Kemandirian Pangan dengan Bahan Pangan Asli Tiap Daerah


Selasa, 21 Juni 2022 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi mengatakan, kemandirian pangan nasional merupakan salah satu program yang menjadi fokus pemerintah.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemandirian pangan nasional merupakan salah satu program yang menjadi fokus pemerintah. Terlebih di tengah kondisi ancaman krisis pangan dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan perlunya gotong royong membangun kemandirian pangan dengan mengembangkan pangan sesuai karakteristik tiap daerah.

"Kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan," kata Jokowi dalam Rakernas II PDIP, Selasa (21/6).

Sebagai langkah mewujudkan kemandirian pangan, maka setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dengan karakteristik tanah, kondisi masyarakat dan sesuai tradisi warganya.

Baca Juga: Sindir Bulog, Jokowi: Borong Hasil Petani Tapi Tak Bisa Dijual

Jokowi memberi contoh di Papua, tanah disana cocok untuk menanam sagu ditambah dengan tradisi konsumsi sagu masyarakat. Jokowi pun meminta sagu dijadikan tanaman pangan yang dikembangkan guna mendorong kemandirian ke depan.

"Jangan kita paksa-paksa untuk makan padi, makan beras, dan kita paksa-paksa untuk menanam padi, untuk makan nasi. Jangan kita paksa untuk keluar dari kekuatannya, dari karakternya. Apalagi kalau kita tahu, sagu itu justru makanan yang paling sehat, karena gluten free tidak mengandung gluten, tidak mengandung gula," jelasnya.

Begitu pula di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang karakteristik tanahnya cocok untuk ditanami sorgum dan jagung. Tanaman pangan yang dimiliki tiap-tiap daerah di Indonesia juga berpotensi untuk diimpor ke negara lain.

"Potensi tanaman pangan di tiap ini nanti yang akan dikejar oleh negara-negara ain, hal-hal seperti ini yang kita sering lupa. Termasuk porang, kenapa dikejar? Karena di situ juga sangat rendah gulanya. Makanan yang sangat sehat," imbuh Jokowi.

Baca Juga: Puji Megawati di Rakernas II PDIP, Jokowi: Auranya Sangat Cantik Sekali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×