kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.748   40,00   0,23%
  • IDX 6.486   -39,98   -0,61%
  • KOMPAS100 845   -3,82   -0,45%
  • LQ45 640   -4,62   -0,72%
  • ISSI 228   -0,20   -0,09%
  • IDX30 357   -2,79   -0,77%
  • IDXHIDIV20 435   -1,98   -0,45%
  • IDX80 96   -0,56   -0,58%
  • IDXV30 121   -0,08   -0,07%
  • IDXQ30 113   -0,87   -0,76%

Jokowi mengaku belum tahu soal ancaman mundur Lino


Sabtu, 29 Agustus 2015 / 17:24 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mau banyak berkomentar soal ancaman mundur Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino setelah kantornya digeledah penyidik Bareskrim.

Dia menyatakan belum mendapatkan laporan atas kasus korupsi yang diduga menjerat RJ Lino tersebut.

"Saya belum dapat laporan, nanti kalau sudah dapat laporan baru saya komentar," kata Jokowi singkat usai membagikan paket sembako di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8).

Lino sempat mengancam untuk mengundurkan diri karena tim Bareskrim Mabes Polri menggeledah kantornya. Lino terkejut saat mengetahui kantornya digeledah tanpa pemberitahuan terhadap dirinya

"Ini contoh enggak baik untuk negeri ini. Kasih tahu Presiden, 'Pak, kalau caranya begini, saya berhenti saja besok,'" kata Lino melalui sambungan telepon kepada seseorang yang disebutnya Sofyan Djalil, seperti disiarkan Kompas TV, Jumat (28/8/2015) malam.

Setelah kantornya digeledah, Lino juga akan segera diperiksa polri terkait kasus dugaan korupsi mobil crane. Diduga, proses tendernya menyalahi prosedur karena menelan biaya hingga Rp 45 miliar.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Victor E Simanjuntak di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, mengatakan, polisi menyita 26 bundel dokumen dari kantor Lino.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×