kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Jokowi: Kurikulum ikut perkembangan jaman


Minggu, 23 Juli 2017 / 07:37 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar kurikulum pendidikan dibuat fleksibel. Dia juga meminta agar paradigma pendidikan juga diubah.

Fleksibilitas dan perubahan paradigma tersebut diperlukan agar pendidikan di Indonesia bisa mengikuti kebutuhan dan perkembangan jaman. "Jangan linear,rutinitas saja,kalau tetap seperti itu ditinggal kita," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Sabtu (22/7) kemarin.

Selain fleksibel, Jokowi juga minta agar bentuk pembelajaran yang dialami mahasiswa atau siswa didik secara langsung di lapangan bisa diakui dosen dan guru sebagai proses pembelajaran. Bukan hanya diakui, proses tersebut bahkan harus diapresiasi.

Langkah tersebut harus dilakukan karena di era sekarang, belajar tidak hanya bisa dilakukan melalui buku teks saja. Proses belajar juga bisa dilakukan dari media sosial, dan internet.

"Masukkan itu ke dalam SKS, misal ada mahasiswa belajar buat aplikasi dan berhasil itu harus dihargai sebagai SKS," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×