kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.007   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.219   -16,71   -0,27%
  • KOMPAS100 816   -1,02   -0,12%
  • LQ45 622   0,57   0,09%
  • ISSI 215   0,16   0,07%
  • IDX30 349   -0,75   -0,21%
  • IDXHIDIV20 429   -0,92   -0,21%
  • IDX80 93   0,04   0,05%
  • IDXV30 119   0,95   0,80%
  • IDXQ30 112   -0,16   -0,14%

Jokowi janji basmi mafia kementerian


Selasa, 29 Juli 2014 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Bukan Hanya Penyakit Alzheimer, Inilah 5 Penyebab Sering Lupa yang Harus Diwaspadai


Sumber: Kompas.com | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden terpilih periode 2014-2019, Joko Widodo, berjanji bakal memberantas praktik mafia di sejumlah kementerian usai dirinya dilantik menjadi presiden 20 Oktober 2014 mendatang. Bagaimana caranya?

"Perlu ada leadership yang kuat, baik menterinya, wakil menterinya, semuanya," ujar Jokowi di rumah dinas kegubernuran, Jalan Taman Surapati 7, Menteng, Jakarta, Selasa (29/7) siang.

Jokowi mengatakan, selain didukung sistem birokrasi yang memungkinkan praktik mafia tersebut melenggang bebas, dirinya akan memperkuat fungsi pengawasan. Jokowi tidak ingin praktik merugikan negara terus terjadi.

Jokowi mengaku belum bisa bicara banyak soal rencananya memberantas mafia di sejumlah kementerian. Dia akan fokus terlebih dahulu bagaimana melewati masa transisi kepemimpinan dengan baik.

"Dilantik jadi presiden saja baru Oktober kok," lanjut Jokowi.

Hal penting lainnya, yakni bagaimanya Jokowi mampu membentuk kabinet yang mampu memberantas praktik mafia secara cepat. Tak hanya itu, Jokowi ingin kabinet pemerintahan dia dan Jusuf Kalla tidak hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi semata.

"Yang paling penting itu, tidak hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi pemerataanya. Itu yang penting," pungkas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×