kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.951   104,00   0,58%
  • IDX 5.934   -261,00   -4,21%
  • KOMPAS100 787   -37,56   -4,56%
  • LQ45 594   -24,82   -4,01%
  • ISSI 205   -9,07   -4,23%
  • IDX30 337   -12,18   -3,48%
  • IDXHIDIV20 417   -11,18   -2,61%
  • IDX80 89   -4,27   -4,57%
  • IDXV30 114   -3,50   -2,98%
  • IDXQ30 109   -3,24   -2,89%

Jokowi: Hati-hati mengenai pelonggaran PSBB


Rabu, 13 Mei 2020 / 06:30 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo mengenakan masker saat memimpin upacara pelantikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Presiden secara resmi melantik Irjen Pol Boy Rafli Amar sebagai Kepala BNPT mengganti


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

“Karena itu, kita juga harap evaluasi baik provinsi/kabupaten/kota yang tidak memperlakukan PSBB tapi juga menjalankan kebijakan physical distancing, menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” tandas Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi sampaikan bahwa ini harus diperbandingkan yang PSBB maupun yang non PSBB karena memang ada inovasi-inovasi di lapangan dengan menerapkan model kebijakan pembatasan kegiatan di masyarakat disesuaikan dengan proses di daerah masing-masing.

Ketiga, Presiden berharap manajemen pengendalian PSBB juga tidak terjebak pada batas-batas administrasi kepemerintahan.

“Artinya, juga bersifat akulturasi penanganan sebuah kawasan besar yang saling mendukung sehingga manajemen angka daerahnya menjadi terpacu. Misalnya seperti yang sudah dilakukan Jabodetabek, ini saling kait-mengkait sehingga pengaturan mobilitas sosial dari masyarakat bisa terpadu dan lebih baik,” tuturnya.

Baca Juga: Agar PSBB di seluruh Pulau Jawa efektif, ini usulan BNPB

Keempat, berdasarkan data Gugus Tugas 70% kasus positif itu ada di Pulau Jawa, 70% kasus positif ada di Pulau Jawa, dan semikian juga dengan angka tertinggi kematian, 82% ada di Jawa.

“Untuk itu saya minta Gugus Tugas untuk memastikan pengendalian Covid di 5 provinsi di Pulau Jawa ini betul-betul dilakukan secara efektif terutama dalam waktu 2 minggu ke depan ini. Kesempatan kita mungkin sampai Lebaran, jadi itu harus betul-betul kita gunakan,” ujarnya.

Kelima, Jokowi minta pelonggaran untuk PSBB agar dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa. “Semuanya didasarkan pada data-data lapangan, pelaksanaan lapangan sehingga keputusan itu betul-betul sebuah keputusan yang benar. Hati-hati mengenai pelonggaran PSBB,” pungkas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×