kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi harus redam kegaduhan masalah Freeport


Kamis, 19 November 2015 / 21:06 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menganggap masalah pencatutan nama presiden dan wakil presiden telah menyebabkan kegaduhan. Bahkan, kegaduhan itu dianggap bisa mengganggu kinerja pemerintahan.

Salah satu anggota Wantimpres Soeharso Monoarfa mengatakan, jangan sampai presiden Joko Widodo (Jokowi) kehilangan fokus dalam mengambil kebijakan. Sebab, masih banyak masalah di luar konflik saham PT Freeport iini yang sudah menunggu.

Terkait hal tersebut, rencana Wantimpres akan memberikan masukannya secara langsung kepada Jokowi. "Susbtansinya tidak perlu dikatakan, yang jelas kegaduhan ini harus didinginkan," ujar Soeharso, Kamis (19/11) di kantornya, Jakarta.

Menurutnya, langkah Jokowi yang menyerahkan masalah ini ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) sudah tepat. Namun hal itu saja belum cukup, sebab Jokowi juga harus bisa mengendalikan sikap para menterinya agar tidak terus membuat gaduh.

Perbedaan pendapat di antara menteri dan juga perselisihanya dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto harus diselesaikan. Ia mengingatkan, bahwa kondisi ekonomi menunggu diselesaikan, seperti daya beli yang rendah, industri yang merosot, hingga harga saham yang turun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×