kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Jokowi diminta benahi pemilihan direksi BUMN


Minggu, 16 November 2014 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. Hadapi Ketidakpastian Global, BI Beberkan Kunci Keberhasilan Pengendalian Inflasi


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini tidak pernah lepas dari kepentingan partai politik. Untuk itu, Ray mendesak agar mekanisme pemilihan direksi BUMN harus dilakukan secara transparan.

"Sepanjang sejarah kita, BUMN dan parpol sulit dipisahkan. Partai tumbuh karena pengelolaan BUMN oleh parpol yang melibatkan penguasa," ujar Ray, dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (16/11).

Menurut Ray, faktor lemahnya keuntungan negara karena BUMN tidak dikelola secara tepat. BUMN merugi akibat perselingkuhan antara pemimpin BUMN dengan penguasa. Ia menilai, mekanisme rekruitmen yang tidak transparan menjadi penyebab banyaknya BUMN yang merugi.

Ray menambahkan, BUMN yang paling banyak mengalami kebocoran adalah BUMN yang bergerak dalam sektor minyak bumi, gas, dan yang mengelola sektor perairan. Menurut dia, ada kesan BUMN sebagai bahan eksploitasi untuk sumber ekonomi bagi direktur dan pemimpin dalam pemerintahan yang sedang berkuasa.

Untuk itu, Ray mendesak Presiden Joko Widodo segera membenahi mekanisme pemilihan direksi agar lebih transparan. Salah satu mekanisme, sebut Ray, adalah dengan melibatkan partisipasi publik.

"Ini janji Jokowi untuk tidak bagi-bagi kekuasan, tapi diharapkan betul, agar ada keinginan kuat membenahi BUMN dengan perekrutan yang transparan dalam konteks pengelolaan keuangan negara," kata Ray. (Abba Gabrillin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×