kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jokowi: Belum terdapat indikasi penyebaran virus corona di Indonesia


Senin, 27 Januari 2020 / 11:26 WIB
Jokowi: Belum terdapat indikasi penyebaran virus corona di Indonesia
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat peresmian pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12/2019). Dalam sambutannya, Pr

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan belum terdapat indikasi penyebaran virus corona asal China di Indonesia. Meskipun, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara telah mengkonfirmasi masuknya virus corona.

“Kendati demikian, kita tetap waspada dan hati-hati. Saya telah menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengantisipasi wabah virus ini, sekaligus meningkatkan kesiagaan,” kata Jokowi melalui akun Instagramnya, Senin (27/1).

Baca Juga: Pengamat: Pemerintah harus evakuasi WNI dari Wuhan dan larang WN China masuk

Sebagai langkah preventif, Jokowi mengatakan pemerintah telah memperketat pengawasan di bandara untuk mendeteksi dan memantau penumpang yang datang, terutama dari negara-negara yang diperkirakan telah mengonfirmasi kehadiran virus baru ini.

Sebanyak 135 thermo scanner telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara.

“Selain itu, kita telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan dengan fasilitas ruang isolasi terhadap pasien dengan gejala penyakit di paru-paru dan saluran pernapasan lain, seperti RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, dan rumah sakit-rumah sakit lain di Jakarta dan berbagai daerah,” paparnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara telah mengkonfirmasi masuknya virus korona. Namun, sejauh ini, belum terdapat indikasi menyebarnya virus tersebut di Indonesia. Kendati demikian, kita tetap waspada dan hati-hati. Saya telah menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengantisipasi wabah virus ini, sekaligus meningkatkan kesiagaan. Sebagai langkah preventif, pemerintah telah memperketat pengawasan di bandara untuk mendeteksi dan memantau penumpang yang datang, terutama dari negara-negara yang diperkirakan telah mengkonfirmasi kehadiran virus baru ini. Sebanyak 135 thermo scanner telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara. Selain itu, kita telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan dengan fasilitas ruang isolasi terhadap pasien dengan gejala penyakit di paru-paru dan saluran pernapasan lain, seperti RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, dan rumah sakit-rumah sakit lain di Jakarta dan berbagai daerah.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada

 




TERBARU

Close [X]
×