kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Jokowi bahas kenaikan BBM ke Gubernur dan Kapolda


Selasa, 04 November 2014 / 13:41 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengumpulkan seluruh gubernur dan Kepala Kepolisian Daeah (Kapolda) se-Indonesia. Pertemuan ini dalam rangka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kabinet kerja 2014.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menjelaskan kepada seluruh Gubernur dan Kapolda, pentingnya pengalihan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurut Jokowi, proporsi anggaran BBM sudah tidak sehat lagi jika dibandingkan dengan anggaran lainnya seperti kesehatan dan infrstruuktur.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir jumlah anggaran subsidi BBM mencapai Rp 714 triliun. Hal itu dianggap terlalu besar, jika dibandingkan anggaran kesehatan yang hanya Rp 202,6 triliun dan anggaran infrastruktur yang cuma Rp 577 triliun.

"Ini yang perlu kita ubah, saya harapkan Gubernur dan kapolda bisa menjelaskan posisi-posisi ini kepada masyarakat," kata Jokowi, Selasa (4/11) di Istana negara, Jakarta.

Anggaran subdisi BBM menurut mantan gubernur DKI Jakarta ini harus dikurangi dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur bagi masyarakat, serta menambah anggaran kesehatan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan bisa lebih berkualitas.

Selain itu, pemerintah juga berniat mengalihkan subsidi BBM ke subsidi lainnya yang bisa mendorong ekonomi lebih produktif, seperti subsidi pupuk dan benih bagi petani. Sementara infrastrukltur yang akan dibangun juga akan mendukung industri pertanian, seperti pembangunan bendungan, dan irigasi.

Saat ini, meski besar anggaran subsidi BBM dinilai belum tepat sasaran karena 70% hanya dinikmati golongan menengah ke atas. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menjelaskan pentingnya mengurangi subsidi BBM supaya impor minyak dan gas lebih kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×