kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Jokowi-Ahok beda pendapat soal mengatasi banjir


Senin, 13 Januari 2014 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA- Karyawan menunjukan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ada perbedaan pendapat antara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengenai penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada pos penanggulangan banjir Jakarta.

Menurut Joko Widodo, belum diketoknya APBD tahun 2014 tentu menjadi penghalang proses penanggulangan banjir sehingga bantuan operasional, yang menjadi salah satu program penanggulangan banjir.

"Ya jelas (terganggu). Kan ABPD belum rampung. Tapi minggu ini dirampungkan," kata Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (13/1/2014).

Sementara, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mengatakan, belum disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014 tidak akan menghambat program upaya penanggulangan banjir.

"Kalau APBD belom diketok (disahkan), kami masih bisa pakai anggaran tahun lalu. Nilainya sama," ujar Ahok di Balai Kota.

Ahok mengatakan, hal tersebut tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan. Sebab, ada Pasal yang menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah diperbolehkan menggunakan struktur anggaran lama apabila anggaran baru belum disetujui. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×