kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

JK: Program transmigrasi lebih baik tanpa paksaan


Senin, 08 September 2014 / 21:15 WIB
ILUSTRASI. Cara mengatasi asam lambung naik saat puasa adalah dengan memperhatikan jadwal makan pada saat berbuka puasa.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil presiden terpilih Jusuf Kalla menilai program transmigrasi harus terus dilanjutkan. Tujuannya mengurangi kepadatan penduduk di pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program transmigrasi memungkinkan pemerataan ekonomi di luar ketiga pulau tersebut. Hanya saja, kata JK, program transmigrasi mendatang tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional seperti masa lalu.

"Sekarang setelah era reformasi tidak semudah dulu. Di Jawa tidak mudah lagi untuk bedol desa, tapi transmigrasi tidak berkurang. Maka caranya harus berbeda," kata JK di acara Rembug Nasional Ketransmigrasian "Transmigrasi untuk Mempercepat Kesejahterahan”, Senin (8/9).

Dulu, orang dapat dengan mudah dipindahkan ke tempat baru, dan transmigran tersebut diperbolehkan menguasai lahan di tempat barunya, dan disediakan rumah oleh pemerintah. Tapi sekarang ini tidak mungkin diterapkan cara seperti itu.

JK mengusulkan kedepan, pemindahan penduduk harus dibarengi dengan pengembangan ekonomi di daerah tujuan transmigran. Sehingga dengan sendirinya penduduk di pulau Jawa, Bali dan NTB akan pindah ke wilayah-wilayah tersebut.

"Mari kita bicara format yang lebih baik, tanpa paksaan. Banyak daerah yang maju karena transmigrasi," ujarnya. (Nurmulia Rekso Purnomo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×