kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.846.000   69.000   3,88%
  • USD/IDR 16.804   66,00   0,39%
  • IDX 6.254   286,04   4,79%
  • KOMPAS100 892   48,19   5,71%
  • LQ45 707   37,74   5,64%
  • ISSI 193   7,28   3,92%
  • IDX30 373   19,75   5,60%
  • IDXHIDIV20 451   19,32   4,47%
  • IDX80 101   5,64   5,89%
  • IDXV30 106   4,60   4,54%
  • IDXQ30 123   5,40   4,59%

JK: Inflasi sudah rendah, BI rate masih ketinggian


Senin, 03 Agustus 2015 / 19:33 WIB
JK: Inflasi sudah rendah, BI rate masih ketinggian


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengklaim bahwa rendahnya inflasi di bulan Juli 2015 berkat kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah. Akibatnya, tidak hanya inflasi umum saja yang turun dibanding tahun lalu, inflasi inti juga rendah.

Badan Pusat statistik (BPS) hari ini mengumumkan, inflasi bulan Juli sebesar 0,92%, sementara inflasi inti hanya 4,86% padahal tahun lalu dalam periode yang sama lebih dari 5%. JK menilai dengan inflasi yang rendah itu tidak diimbangi dengan suku bunga acuan alias BI rate yang masih tinggi.

Padahal saat ini masyarakat perlu didorong untuk melakukan investasi. "BI rate jangan ketinggian, supaya orang lebih memilih investasi daripada menabung," kata JK, Senin (3/8) di kantornya, Jakarta.

Menurutnya potensi perlambatan ekonomi lebih besar jika BI rate tinggi. Namun JK juga menilai, inflasi yang relatif rendah saat ini bukan menunjukkan perlambatan ekonomi. Inflasi yang rendah justru karena suplai yang cukup sehingga harga kebutuhan pokok stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×