kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Jika tax amnesty gagal, anggaran dipotong lagi


Kamis, 01 September 2016 / 11:14 WIB


Reporter: Handoyo, Hasyim Ashari, Uji Agung Santosa | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah menyiapkan tiga strategi jika target penerimaan negara dari program pengampunan pajak atau tax amnesty tidak tercapai. Pertama, pemerintah melebarkan defisit menjadi 2,5%.

Dalam APBNP 2016,  defisit ditargetkan sebesar 2,35% dari PDB, nantinya diperlebar menjadi 2,5% PDB. "Ada ruang 0,5% bagi tambahan utang kalau memang diperlukan," jelas Sri Mulyani, Menteri Keuangan, kemarin.

Kedua, pemotongan anggaran lebih besar lagi. Ketiga, mengubah manajemen arus kas dengan memperpanjang proyek infrastruktur menjadi dari satu tahun jadi multiyears.

Sri Mulyani Indrawati mengakui, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 masih penuh risiko. Antara lain risiko penerimaan negara Rp 1.786,2 triliun tidak tercapai.

Apalagi, menurut Sri Mulyani, asumsi penerimaan negara tahun ini sudah memasukkan target penerimaan pengampunan pajak sebesar Rp 165 triliun. Jika target tersebut tidak tercapai, penerimaan negara akan turun lebih dalam lagi.

"Ada kekurangan penerimaan negara Rp 219 triliun, meskipun itu telah menyertakan program pengampunan pajak," katanya.                                           

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×