kontan.co.id
banner langganan top
Jum'at, 4 April 2025 | : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Jika PLN kesulitan, proyek listrik ke swasta


Rabu, 27 September 2017 / 23:28 WIB
Jika PLN kesulitan, proyek listrik ke swasta


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Pemerintah menyatakan, tidak menutup mata atas kesulitan yang dialami oleh PLN dalam menjalankan proyek listrik 35.000 megawatt (MW). Oleh karena itulah, mereka akan memberi ruang evaluasi bagi PLN dalam melaksanakan tugas tersebut.

Ignasius Jonan, Menteri ESDM mengatakan, jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa PLN memang kesulitan menjalankan proyek tersebut, proyek akan diserahkan ke swasta.

"Kalau PLN memang merasa investasinya berat," katanya di Komplek Istana Negara, Rabu (28/9).

Kekhawatiran terhadap kemampuan Keuangan dalam menjalankan Program Listrik 35.000 megawatt disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Dalam sepucuk surat yang disampaikannya kepada Rini Soemarno, Menteri BUMN dan Ignasius Jonan, Menteri ESDM, Sri mengingatkan kedua kementerian tersebut untuk melakukan penyesuaian target penyelesaian investasi PLN dalam proyek tersebut.

Pertimbangannya; PLN dinilai tidak mampu memenuhi pendanaan investasi dari cashflow operasi mereka untuk proyek tersebut, serta kebijakan tarif listrik dan subsidi serta penyertaan modal negara yang tidak mendukung cashflow PLN dalam menjalankan program tersebut.

Ani memandang, penyesan penting dilakukan untuk menjaga keberlanjutan fiskal APBN dan kondisi keuangan PLN.

Jonan mengatakan, pelaksanaan proyek listrik 35.000 MW sudah dirancang memang tidak untuk diselesaikan 2019, tapi 2023- 2024. Pembiayaannya, juga sudah dibagi dari dua sumber.

Pertama, sebesar 25.000 MW dari swasta. Sementara itu, 10.000 sisanya dari PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×