kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Jika cuaca buruk, pemerintah buka kran impor beras


Selasa, 24 Juni 2014 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Kenali 4 Ciri-Ciri Fungal Acne yang Harus Anda Tahu


Reporter: Handoyo | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah membuka peluang impor beras medium tahun ini. Dengan catatan, El Nino yang melanda Indonesia pada bulan Oktober hingga Desember mendatang sangat mengganggu produksi padi dalam negeri.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menerangkan, impor berat ini untuk memperkuat cadangan dalam negeri. Seperti diketahui, untuk menjaga pasokan, setidaknya pada akhir tahun Bulog menargetkan cadangan beras sebanyak 2 juta ton. "Itu boleh aja dipikirkan dari sekarang tetapi ini bukan berarti arahnya kami mau impor. Kan bagus kalau kita selalu berjaga-jaga," ujar Rusman, Selasa (24/6).

Menurut Rusman, Bulog bisa menjajaki impor namun harus tetap mempertimbangkan produksi padi dalam negeri. "Bicara awal dengan calon eksportirnya silahkan aja, tapi belum dieksekusi karena kami masih melihat perkembangan di dalam negeri," kata Rusman.

Menjelang bulan Ramadan tahun ini, pemerintah mengklaim stok beras nasional dan wilayah Jakarta dan sekitarnya aman. Stok?di Jakarta bisa dilihat dari stok beras di pasar induk Cipinang, Jakarta Timur. Pemerintah menyimpulkan bahwa stok beras dalam kondisi aman untuk tujuh hingga sepuluh hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×