kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Jero Wacik tolak mundur dari jabatan Menteri ESDM


Jumat, 16 Agustus 2013 / 12:53 WIB
Jero Wacik tolak mundur dari jabatan Menteri ESDM
ILUSTRASI. Ilustrasi harga emas siang ini, Selasa (22/3/2022), produksi Antam dan UBS di Pegadaian./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/28/01/2022.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),Jero Wacik, menolak desakan agar dirinya mundur dari jabatannya. Menurutnya, tertangkapnya Rudi maupun ditemukannya uang US$ 200.000 di Kantor ESDM tak bisa serta merta membuat dirinya harus mengundurkan diri.

Saat ditemui KONTAN seusai Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (16/8), Jero meminta agar publik tidak berspekulasi mengenai dugaan keterkaitan oknum Kementerian ESDM.

Menurut Jero, tidak ada alasan apa pun yang mengharuskan dirinya mundur dari jabatannya saat ini. Sebagai Menteri ESDM, ia memiliki ribuan bawahan.

"Tak mungkin begitu ada satu orang bawahan bersalah, Menteri harus langsung mundur. Lihat dulu kasusnya," pungkasnya.

Karena itu, lanjut dia, fokus utama dirinya saat ini adalah menyelamatkan industri minyak dan gas bumi (migas) nasional. Sebab, industri migas menyetor anggaran untuk APBN hampir Rp 1 triliun per hari.

"Jika sehari saja berhenti industri Migas, penerimaan negara hilang Rp 1 trilun. Itu yang harus diamankan dan sudah diselamatkan. Itu dulu yang paling penting," kata Jero pada KONTAN.

Jero menambahkan, semua pihak jangan terburu-buru memberikan tuduhan menyangkut ditemukannya sejumlah uang pasca penggeledahan KPK di Kantor Kementerian ESDM.

"Biarkan itu menjadi urusan hukum. KPK sedang melakukan penyidikan. Saya tak mau berkomentar," kata pria yang juga Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×