kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Jero Wacik: Harusnya elpiji sudah naik tahun lalu


Minggu, 05 Januari 2014 / 13:56 WIB
ILUSTRASI. Logam mulia emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam).


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kenaikan harga elpiji 12 kilogram pada mulanya akan dilakukan tahun lalu. Namun hal itu tertunda karena adanya kenaikan harga BBM bersubsidi.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menjelaskan pada tahun lalu pemerintah sudah meminta Pertamina agar menunda kenaikan harga elpiji. Pasalnya pemerintah sibuk mengkaji kenaikan harga BBM beserta bantuan langsung sementara.

"Tahun lalu ada konsentrasi memikirkan BBM, elpiji jangan dulu pikirkan, tahan dulu," ujar Jero Wacik di Bandara Halim Perdana Kusuma, Minggu (5/1).

Jero Wacik pun tahu Pertamina merugi akibat subsidi yang diberikan kepada elpiji 12 kilogram. Namun Jero tak langsung mengijinkan Pertamina membuat kebijakan sendiri. "Tahun lalu pernah, Pertamina rugi sekian tapi yang lain untung," ungkap Jero.

Saat ini pemerintah masih mengkaji dampak negatif dari kenaikan harga elpiji 12 kilogram. Pemerintah juga membahas imbas perekonomian akibat kenaikkan tersebut. "Nanti kita lihat, prinsipnya bagi rakyat harus dilihat bagaimana kondisinya," papar Jero. (Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×