kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Jepang keluhkan sulitnya bebaskan lahan di RI


Senin, 02 Februari 2015 / 16:53 WIB
ILUSTRASI. Pelanggan Merapat, Ini Cara Bayar Tagihan WiFi IndiHome lewat BRImo hingga ATM. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri Jepang mengeluhkan sejumlah masalah yang menghambat investasi kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Salah satu hal yang menghambat investasi yaitu masalah pembebasan lahan.

"Dalam pertemuan Kadij Jepang mengeluhkan kendala pembebasan lahan," ujar Menteri Perindustrian, Saleh Husin, yang mendampingi Presiden usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/2).

Selain persoalan pembebasan lahan, Saleh mengungkapkan Jepang juga mengeluhkan masalah biaya energi yang tinggi serta kendala saat melakukan distribusi.

Dalam pertemuan itu, Jepang berharap Pemerintah Indonesia membuat kebijakan agar ada jalan keluar untuk bisa menghilangkan hambatan investasi, sehingga bisa memperkuat daya saing produk Indonesia.

"Salah satu contohnya, masalah listrik di Batang (Jawa Tengah), bapak presiden sudah dipanggil (beberapa pihak) dan berjanji dalam waktu dekat bisa diselesaikan," kata Saleh.

Selain itu, Saleh mengatakan ada rencana pemerintah membangun pembangkit listrik 35.000 watt agar krisis energi bisa teratasi. Namun pertemuan tersebut hanya membahas masalah global.

"Untuk masalah teknis nanti bagian kami untuk dibicarakan di kementerian," ucap Saleh. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×