kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.990   19,00   0,11%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Jelang Lebaran, Permintaan Terhadap Mamin dan Transportasi Diproyeksi Naik 15%


Senin, 11 April 2022 / 14:37 WIB
ILUSTRASI. Suasana di pusat perbelanjaan di ritel modern Hypermart di Jakarta (7/3). Jelang Lebaran, Permintaan Terhadap Mamin dan Transportasi Diproyeksi Naik 15%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Tantangan lainnya, masyarakat kelas menengah bawah mulai kurangi konsumsi barang-barang tertentu yang sifatnya sekunder maupun tersier sebagai respon naiknya BBM, harga pangan, dan tarif PPN.

“Ada yang menahan konsumsi, ada juga yang mengalihkan pembelian ke barang atau jasa yang lebih terjangkau, ada juga yang mengalihkan pembelian ke barang atau jasa yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Baca Juga: Inflasi Konsumen Tahunan Turki di Bulan Maret Tembus Rekor Tertinggi 20 Tahun

Ia mencontohkan, misalnya saat mudik, biasanya penjualan kendaraan bermotor naik, tapi karena ada kekhawatiran, masyarakat lebih memilih transportasi umum ketimbang mobil pribadi karena penyesuaian harga BBM pertamax.

Ia menyarankan, agar masyarakat mengatur pengeluaran lebih ketat khususnya penggunaan dana THR sehingga tidak digunakan untuk kebutuhan yang tidak krusial, mencari pendapatan tambahan atau sampingan dengan berjualan online misalnya.

Kemudian menyisakan uang untuk berinvestasi sehingga hasil investasi bisa menyelamatkan aset dari inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×