kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Jelang Lebaran, Permintaan Terhadap Mamin dan Transportasi Diproyeksi Naik 15%


Senin, 11 April 2022 / 14:37 WIB
ILUSTRASI. Suasana di pusat perbelanjaan di ritel modern Hypermart di Jakarta (7/3). Jelang Lebaran, Permintaan Terhadap Mamin dan Transportasi Diproyeksi Naik 15%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Tantangan lainnya, masyarakat kelas menengah bawah mulai kurangi konsumsi barang-barang tertentu yang sifatnya sekunder maupun tersier sebagai respon naiknya BBM, harga pangan, dan tarif PPN.

“Ada yang menahan konsumsi, ada juga yang mengalihkan pembelian ke barang atau jasa yang lebih terjangkau, ada juga yang mengalihkan pembelian ke barang atau jasa yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Baca Juga: Inflasi Konsumen Tahunan Turki di Bulan Maret Tembus Rekor Tertinggi 20 Tahun

Ia mencontohkan, misalnya saat mudik, biasanya penjualan kendaraan bermotor naik, tapi karena ada kekhawatiran, masyarakat lebih memilih transportasi umum ketimbang mobil pribadi karena penyesuaian harga BBM pertamax.

Ia menyarankan, agar masyarakat mengatur pengeluaran lebih ketat khususnya penggunaan dana THR sehingga tidak digunakan untuk kebutuhan yang tidak krusial, mencari pendapatan tambahan atau sampingan dengan berjualan online misalnya.

Kemudian menyisakan uang untuk berinvestasi sehingga hasil investasi bisa menyelamatkan aset dari inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×