kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Jalanan rusak bisa menjadi pemicu inflasi


Senin, 10 Februari 2014 / 20:37 WIB
Jalanan rusak bisa menjadi pemicu inflasi
ILUSTRASI. Promo Menu Bokek dari Burger King (Dok/Burger King)


Sumber: Kompas.com | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi memperkirakan, kenaikan harga bahan pokok hanya akan berlangsung sementara, menyusul banyaknya infrastruktur jalan yang rusak.

Untuk itu, dia mendesak instansi terkait segera memperbaiki kerusakan jalan agar kenaikan harga tak menyebabkan inflasi. Ia pun menaksir, jika kenaikan harga berlarut-larut maka inflasi pada bulan ini bisa setinggi indeks harga konsumen pada Januari 2014 yang menyentuh 1,07%.

"Banjir sudah mulai reda, (prediksi) inflasi tidak akan setinggi Januari. Tapi akan kita lihat lah apakah ini berlangsung lama. Harapannya, kenaikan harga hanya sementara. Kalau jalanan sudah baik lagi (turun)," terang Bayu ditemui di Senayan, Jakarta, Senin (10/2).

Bayu mengatakan, kondisi jalanan yang rusak jelas menimbulkan hambatan distribusi sehinga menaikkan beban biaya logistik. Ia memaparkan, biaya logistik barang-barang kebutuhan pokok bisa mencapai 20% dari total komponen seluruh biaya. "Jadi total dampaknya ke harga 4-5%," kata Bayu.

Meskipun ada kenaikan harga, Bayu masih melihat ada kemungkinan harga kembali turun, asal perbaikan jalan terealisasi. Pasalnya, pengusaha pun akan menimbang-timbang untuk terus menaikkan harga, karena khawatir pasar atau konsumen mengurangi permintaan.

"Tergantung berapa lama. Kalau lama mungkin akan menyesuaikan harga. Tapi pengusaha juga tahu lah kalau menaikkan harga, konsumen (permintaan) juga berpengaruh," terang dia.

Sebagaimana diketahui, sejumlah jalan di Pulau Jawa mengalami rusak parah akibat guyuran air hujan dan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah. Jalur pantai utara (pantura) Jawa misalnya, yang nampak mengalami kerusakan parah. Padahal, jalur ini adalah jalur utama distribusi barang dari dan ke wilayah timur atau barat Pulau Jawa. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×