kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Jaga Rupiah, BI Diprediksi Masih Akan Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%


Senin, 21 Agustus 2023 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuan di level 5,75% dalam pertemuan bulan Agustus 2023.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuan di level 5,75% dalam pertemuan bulan Agustus 2023.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, langkah ini dalam rangka menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.

"Ketidakpastian global tersebut menjadi risiko yang memengaruhi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia," jelas Josua kepada Kontan.co.id, Senin (21/8).

Ketidakpastian global tersebut sehubungan dengan pelemahan kinerja ekonomi China.

Kemudian, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menimbulkan ekspektasi masih berlanjutnya kenaikan suku bunga AS dalam jangka pendek.

Baca Juga: Ekonom: Belum Ada Urgensi Perubahan Suku Bunga Acuan pada Agustus 2023

Kondisi ini pun memengaruhi nilai tukar rupiah yang dalam sebulan terakhir melemah sekitar 1,6% atau 245 poin ke level sekitar Rp 15.325 per dolar AS.

Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun juga cenderung meningkat 37 bps ke level 6,62%.

Upaya stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah gonjang-ganjing ini kemudian diharapkan mampu membatasi dampak inflasi barang impor (imported inflation).

Sehingga pada akhirnya, akan menjangkar ekspektasi inflasi. Mengingat, inflasi berpotensi naik karena kenaikan inflasi pangan di tengah fenomena El Nino.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×