kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.878   8,00   0,05%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Jadwal Puasa 2026: Kenapa Muhammadiyah dan Pemerintah Beda 1 Hari?


Selasa, 13 Januari 2026 / 05:27 WIB
Jadwal Puasa 2026: Kenapa Muhammadiyah dan Pemerintah Beda 1 Hari?
ILUSTRASI. Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026. Pemerintah masih menunggu sidang isbat. Kenali alasan di balik selisih ini. (ANTARA/Saiful Bahri)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Memasuki awal tahun 2026, pertanyaan mengenai kapan puasa Ramadhan dimulai menjadi topik yang banyak dicari masyarakat.

Ini juga menjadi tanda umat Islam di Indonesia sudah bersiap menyambut bulan suci Ramadan dengan mempersiapkan agenda ibadah maupun rencana mudik Lebaran.

Menurut catatan sejarah, penetapan awal Ramadhan di Indonesia, sering memunculkan dua versi tanggal berbeda yakni antara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag).

Perbedaan ini bukan hal baru, karena metode yang dipakai memang berbeda, meski sama-sama menggunakan dasar ilmu falak (astronomi) dan data hilal.

Lantas, kapan perkiraan awal puasa Ramadhan 2026 dan mengapa potensi perbedaan tanggal bisa terjadi?

Awal Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah

Organisasi Islam Muhammadiyah dikenal menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menetapkan awal bulan kamariah, termasuk Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Metode ini berpatokan pada peredaran bulan dan perhitungan astronomis semata, tanpa harus melihat hilal secara fisik dengan mata telanjang.

Baca Juga: Long Weekend Januari 2026, Nikmati Libur 3 Hari Mulai Jumat Ini

Tahun ini, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) mencantumkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dalam pandangan Muhammadiyah, bulan baru dianggap sudah masuk apabila telah memenuhi tiga kriteria wujudul hilal secara kumulatif.

Telah terjadi ijtimak (konjungsi) antara Bulan dan Matahari.

Ijtimak terjadi sebelum terbenamnya Matahari.

Saat Matahari terbenam, Bulan belum terbenam (Bulan masih berada di atas ufuk).

Karena menggunakan perhitungan matematis-astronomis, Muhammadiyah biasanya dapat mengumumkan tanggal awal puasa dan Idul Fitri jauh hari sebelum harinya tiba, bahkan melalui Maklumat resmi yang diterbitkan beberapa bulan sebelumnya.

Penetapan awal Ramadhan versi Pemerintah menunggu sidang isbat

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat yang dilakukan menjelang masuknya bulan Ramadhan.

Dikutip dari laman Kemenag, dalam praktiknya, sidang isbat melibatkan unsur pemerintah, MUI, perwakilan ormas Islam, dan para ahli, lalu memadukan data hisab serta laporan rukyat (pemantauan hilal).

Untuk kebutuhan acuan awal, publik juga sering melihat Kalender Hijriah 2026 yang disusun Kemenag.

Dalam kalender tersebut, 1 Ramadhan 1447 H dicantumkan jatuh pada 19 Februari 2026.

Baca Juga: Haji 2026: Kemenhaj RI Perbanyak Petugas Perempuan dan Linjam TNI/Polri


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×