kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.045   37,00   0,21%
  • IDX 6.255   20,27   0,33%
  • KOMPAS100 822   3,42   0,42%
  • LQ45 627   3,26   0,52%
  • ISSI 216   0,11   0,05%
  • IDX30 352   2,43   0,69%
  • IDXHIDIV20 433   2,45   0,57%
  • IDX80 94   0,36   0,38%
  • IDXV30 119   0,28   0,24%
  • IDXQ30 113   0,59   0,53%

Istana mengaku belum mendapatkan informasi tertangkapnya Umar Patek


Rabu, 30 Maret 2011 / 16:00 WIB
Tren pertumbuhan ekonomi lima tahun terakhir


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Staf khusus Presiden bidang Hubungan International Teuku Faizasyah menegaskan, sampai saat ini, Istana belum mendapatkan kepastian informasi perihal tertangkapnya Umar Patek di Pakistan pada 2 Maret lalu yang menjadi buronan karena diduga terlibat aksi terorisme.

"Saya belum bisa mengkonfirmasi dan belum mendengar, tapi informasi bisa datang dari sumber-sumber terpercaya," katanya di Kantor Kepresidenan, Rabu (30/3).

Menurut Faizasyah, mungkin saja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mendapatkan laporan perihal ini. Dimana biasanya mekanisme pelaporan berkaitan dengan keamanan bisa melalui Kapolri atau Kepala BIN (Badan Intelijen Negara). "Jadi jalur informasi ke presiden banyak caranya, apalagi ini seseorang yang didakwa terlibat aksi terorisme," katanya.

Seperti diketahui, kabar tertangkapnya Umar Patek diungkap oleh Direktur Lembaga Studi Intelijen dan Keamanan Nasional (Siknal) Dynnp Chressbon. Dirinya mengaku menerima informasi tersebut dari sumbernya. Nama Umar Patek disebut-sebut sebagai orang yang terlibat dalam aksi terorisme yang terjadi di Indonesia, seperti bom Bali pada 2002 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×