kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Istana mengaku belum mendapatkan informasi tertangkapnya Umar Patek


Rabu, 30 Maret 2011 / 16:00 WIB
Tren pertumbuhan ekonomi lima tahun terakhir


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Staf khusus Presiden bidang Hubungan International Teuku Faizasyah menegaskan, sampai saat ini, Istana belum mendapatkan kepastian informasi perihal tertangkapnya Umar Patek di Pakistan pada 2 Maret lalu yang menjadi buronan karena diduga terlibat aksi terorisme.

"Saya belum bisa mengkonfirmasi dan belum mendengar, tapi informasi bisa datang dari sumber-sumber terpercaya," katanya di Kantor Kepresidenan, Rabu (30/3).

Menurut Faizasyah, mungkin saja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mendapatkan laporan perihal ini. Dimana biasanya mekanisme pelaporan berkaitan dengan keamanan bisa melalui Kapolri atau Kepala BIN (Badan Intelijen Negara). "Jadi jalur informasi ke presiden banyak caranya, apalagi ini seseorang yang didakwa terlibat aksi terorisme," katanya.

Seperti diketahui, kabar tertangkapnya Umar Patek diungkap oleh Direktur Lembaga Studi Intelijen dan Keamanan Nasional (Siknal) Dynnp Chressbon. Dirinya mengaku menerima informasi tersebut dari sumbernya. Nama Umar Patek disebut-sebut sebagai orang yang terlibat dalam aksi terorisme yang terjadi di Indonesia, seperti bom Bali pada 2002 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×