kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Istana: Keamanan Papua belum stabil


Rabu, 06 Juni 2012 / 13:31 WIB
ILUSTRASI. Penggunaan vaksin corona AstraZeneca dengan nomor batch CTMAV547 dihentikan sementara.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah menyatakan keamanan di wilayah Papua masih labil menyusul terjadinya penembakan. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyatakan masih ada kelompok-kelompok pengacau keamanan yang harus ditindak dengan tegas oleh aparat keamanan.

Julian tidak menyebutkan siapa kelompok pengacau tersebut. Yang jelas, dia bilang tindakan tegas terhadap kelompok ini supaya tidak ada lagi terjadi penembakan terhadap warga sipil. "Ini tidak boleh terjadi sesungguhnya," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengakui adanya penembakan di Papua pada pukul 22.00 WIB, Selasa (6/6). Tiga warga setempat menjadi korban dan kini tengah menjalani perawatan intensif.

Aparat keamanan sedang mengusut kasus penembakan ini. Sebelumnya, seorang warga negara Spanyol juga didor oleh orang tak dikenal. Dietmar Pieper ditembak ketika sedang berada di pantai Base G bersama istrinya Eva Media.

Korban mengalami luka tembak di bagian kaki dan dada. Pieper sempat dirawat di RSUD Dok II Jayapura lalu akhirnya dibawa ke Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×