kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investor mengantre dapatkan tax holiday


Kamis, 27 Agustus 2015 / 16:58 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) akhirnya memberlakukan Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 159/PMK.010/2015 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan atau yang dikenal dengan tax holiday pada 16 Agustus 2015 lalu. Baru sepuluh hari diberlakukan, fasilitas ini sudah mendatangkan peminat.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, sejauh ini pihaknya telah mengusulkan sebelas perusahaan untuk bisa mendapatkan fasilitas ini ke pemerintah. Pemerintah juga telah memutuskan untuk memberikan fasilitas tax holiday kepada empat dari sebelas perusahaan tersebut.

Keempatnya yaitu PT Unilever Oleochemical Indonesia, PT Petrokimia Butadine Indonesia, PT Energi Sejahtera Mas, serta PT Ogan Komering Ilir Pulp & Paper Mills.

"Sementara sisanya, ada yang sedang dibahas tinggal putusan PMK, ada yang sedang diproses, dan ada perusahaan yang sudah diusulkan tapi belum dibahas," kata Saleh di Kantor Kemkeu, Jakarta, Kamis (27/8).

Adapun tujuh perusahaan sisanya, beberapa diantaranya yakni PT Indorama Polychem Indonesia, PT Caterpillar Indonesia Batam, PT Feni Halim, dan PT Well Harvest Winning Alumina Refinery. Kemudian PT Synthetic Rubber Indonesia, dan PT Sulawesi Mining Investment dan PT Sateri Viscose Internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×