CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Investor menanti kejelasan status Batam


Rabu, 26 Juli 2017 / 16:57 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Status Batam sebagai kawasan free trade zone (FTZ) kini tak menarik lagi bagi investor. Perekonomian kota Batam bisa dibilang mulai lesu.

Rencana perubahan status Batam ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sampai saat ini pun tak kunjung terealisasi. Padahal rencana ini sudah digadang-gadang setahun lalu.

Nurdin Basirun, Gubernur Kepulauan Riau meminta  beberapa pulau untuk dimasukkan ke dalam wilayah KEK Batam nantinya. Pulau tersebut yakni Pulau Galang,Pulau Rempang,Pulau Bintan dan Pulau Karimun.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan untuk pengelolaan KEK Batam nantinya diharapkan tidak ada dualisme antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam. Menurutnya jika terjadi dualisme seperti pada FTZ Batam, maka tak akan bisa menarik investor secara signifikan.

"Kita meminta pengelolaan tersebut di bawah pemerintah daerah," kata Nurdin,Rabu (26/7).

Nurdin menyatakan alasan dia mengusulkan agar tidak ada dualisme lagi dalam pengelolaan KEK Batam dikarenakan berkaca pada kondisi FTZ Batam saat ini.

Saat ini kondisi FTZ Batam sudah sulit untuk menarik investasi. Menurutnya investor yang akan masuk cenderung wait and see untuk menanamkan modalnya di FTZ Batam. "Investor baru banyak yang ragu, karena wewenang yang saling tumpang tindih," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×