kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.856   54,00   0,32%
  • IDX 8.244   -47,19   -0,57%
  • KOMPAS100 1.165   -7,19   -0,61%
  • LQ45 837   -5,38   -0,64%
  • ISSI 296   -0,62   -0,21%
  • IDX30 435   -0,70   -0,16%
  • IDXHIDIV20 521   0,62   0,12%
  • IDX80 130   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 143   0,85   0,60%
  • IDXQ30 141   -0,22   -0,15%

Investasi portofolio global ke Indonesia pada 2020 tergerus Covid-19


Senin, 28 Desember 2020 / 11:15 WIB
Investasi portofolio global ke Indonesia pada 2020 tergerus Covid-19
ILUSTRASI. Pasar modal. Investasi portofolio global ke Indonesia pada 2020 tergerus Covid-19.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pandemi Covid-19 membuat aliran investasi asing ke Indonesia menurun. Bank Indonesia (BI) mencatat hal ini dari Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia.

BI mencatat, terjadi penurunan kewajiban neto pada PII Indonesia kuartal III-2020. Pada periode itu, kewajiban neto PII Indonesia mencapai US$ 265,3 miliar atau setara dengan 24,8% dari produk domestik bruto (PDB).

Angka kewajiban neto ini rendah ketimbang posisi kewajiban neto di akhir kuartal II-2020 yakni US$ 281,7 miliar atau 25,7% dari PDB.

Penurunan kewajiban neto tersebut menurut penjelasan BI, disebabkan berkurangnya posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) dibarengi peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

Baca Juga: BI masih akan terus perkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah

Secara terperinci, KFLN triwulan III-2020 turun 1,4% secara kuartalan (quarter to quater/qtq) dari US$ 660,8 miliar jadi US$ 651,4 miliar.

Penurunan KFLN ini berbarengan dengan menurunnya investasi portofolio. Perkembangan tersebut seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi, sementara ada peningkatan transaksi investasi langsung.

BI juga menyebut penurunan posisi KFLN dipicu revaluasi atas nilai instrumen keuangan domestik berdenominasi rupiah lantaran terjadi penurunan harga saham dalam negeri, dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Beruntung, penurunan lebih lanjut tertahan karena ada kenaikan transaksi KFLN dari arus masuk investasi langsung dalam bentuk ekuitas dan penarikan utang luar negeri.

Baca Juga: Vaksin jadi upaya terbaru pemerintah menghadapi Covid-19




TERBARU

[X]
×