kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Investasi pengolahan CPO ke biofuel diminati asing


Selasa, 03 Desember 2013 / 08:47 WIB
Investasi pengolahan CPO ke biofuel diminati asing
ILUSTRASI. Simak Kurs Dollar-Rupiah di Bank Mandiri Hari Ini, Senin 18 Juli 2022./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/24/06/2022.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemerintah mengklaim minat berinvestasi ke Indonesia tahun depan masih tinggi, meskipun ada hajatan pemilihan umum dan ketidakpastian nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.


Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengklaim Indonesia telah berpengalaman dalam hajatan pemilu, sehingga tidak akan mengganggu investasi. "Investasi masih kuat, terutama pengolahan minyak sawit mentah dan coklat," ujarnya kepada KONTAN, Senin (2/12).


Selain itu, dalam perkiraan BKPM, investasi di industri semen pun juga semakin besar. Hal ini sesuai dengan gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Walhasil target Rp 450 triliun tahun depan bisa tercapai.


Meski demikian Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengingatkan, tekanan terhadap rupiah menyebabkan investor akan menghitung ulang untung-rugi menanamkan duit di Indonesia. Beberapa sektor yang masih menarik untuk pemodal asing adalah pengolahan kepala sawit (CPO) menjadi biofuel, seiring kebijakan mewajibkan menambah campuran biofuel ke solar sebesar 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×