CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Instansi tak rajin, kena sanksi pemotongan anggaran


Kamis, 19 Agustus 2010 / 18:52 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Rencana pemerintah memberikan sanksi bagi instansi yang tidak menggunakan anggaran negara dengan efisien dan efektif akan mulai dicanangkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011.

Anny Ratnawati, Wakil Menteri Keuangan mengatakan, pemotongan anggaran pada tahun depan akan dilakukan oleh Kementerian Keuangan kepada instansi yang tidak dapat menyerap seluruh anggaran belanja tahun anggaran 2010 pada bulan April. "Maret paling lambat penyerahan laporan belanja di 2010 nanti kita lihat mana yang kena reward dan mana yang kena punishment," ucap Anny, Kamis (19/8).

Pemberian punishment atau sanksi bakal dibagikan kepada instansi yang tidak menyerap anggaran seluruhnya dan tidak dapat menjelaskan alasannya itu. Pemotongan anggaran akan dilakukan sebesar anggaran yang tidak dapat diserap. "Untuk reward akan diberikan untuk anggaran yang tidak dilakukan tapi melakukan efisiensi," lanjut Anny.

Rencana pemerintah memberikan sanksi sendiri terdapat dalam Pasal 20 RAPBN 2011. Detail mengenai teknis pemberian sanksi dan penghargaan berupa tambahan anggaran sendiri akan diatur dalam peraturan menteri keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×