kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.825   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Inilah kendala pengembangan ekonomi kreatif


Rabu, 21 November 2012 / 13:01 WIB
Inilah kendala pengembangan ekonomi kreatif
ILUSTRASI. Pesan Hotel, Tiket Pesawat & Kereta di Tokopedia Dapat Cashback Hingga Rp500.000


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Wakil Presiden Boediono menyatakan usia pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia masih sangat muda. Tak heran, dia melihat masih banyak kendala yang menghadang pengembangan ekonomi kreatif.

Ada beberapa masalah yang menghadang menurut Boediono. Diantaranya, kurangnya kuantitas dan kualitas SDM kreatif, kurangnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, infrastruktur teknologi informasi yang belum kompetitif, dukungan pembiayaan yang belum lancar, iklim usaha yang belum mendukung tumbuhnya pelaku usaha  kreatif baru, kurangnya apresiasi terhadap karya dan insan kreatif, akses pasar yang belum menggembirakan, sampai kepada permasalahan ketidaksinkronnya kebijakan di tingkat pusat dan daerah. Selain itu, ekonomi kreatif di tanah air saat ini masih dihadapkan pada masalah SDM yang sebagian besar belajar secara otodidak, sehingga kualitasnya belum cukup merata.

Boediono menuturkan permasalahan-permasalahan ini harus terus menjadi perhatian semua pihak, para pendukung ekonomi kreatif. "Mari kita menyatukan langkah untuk mengatasi masalah-masalah itu secara sungguh-sungguh sistematis dan terkoordinasi," ujarnya saat membuka Pekan Produk Kreatif 2012, Rabu (21/11).

Boediono yakin dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, Indonesia memiliki peluang untuk menciptakan dan mengerahkan sumber daya manusia usia produktif dan kreatif yang besar untuk menjadikan Indonesia kekuatan ekonomi  yang diperhitungan dunia. "Potensi ini harus kita pahami dan yakini bersama dalam setiap rencana pengembangan ekonomi kreatif ke depan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×