kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Ini wacana insentif untuk industri padat karya


Senin, 12 Agustus 2013 / 18:02 WIB
Ini wacana insentif untuk industri padat karya
ILUSTRASI. Lemari pakaian yang rapi akan memudahkan Anda mencari pakaian yang ingin dikenakan.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi pemerintah untuk mengejar target asumsi makro sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013.

Kondisi perekonomian global yang belum ada kepastian, serta melemahnya nilai tukar rupiah membuat target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% sulit untuk dicapai.

Hal ini diakui Bambang Brodjonegoro, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (12/8).

Namun, agar target pertumbuhan ekonomi bisa dipertahankan, pemerintah kini membahas rencana pemberian insentif kepada pelaku industri, terutama yang padat karya.

"Bentuknya, kami akan memotong jumlah Pajak Penghasilan (PPh) Badan atau PPh Karyawannya," kata Bambang.

Dengan memberikan potongan PPh kepada Badan, Bambang berharap bisa mengurangi beban perusahaan, sehingga perusahaan tak perlu melakukan PHK dengan alasan biaya tinggi.

Sementara itu, dengan memberikan insentif atas PPh secara langsung juga dapat mengurangi beban karyawan. Sayangnya, kapan rencana ini akan dilakukan, Bambang mengaku belum bisa memastikan karena masih sebatas wacana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×