kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Ini tiga jurus Kemenkeu agar ekonomi RI terhindar dari resesi


Jumat, 14 Agustus 2020 / 08:01 WIB
ILUSTRASI. Kantor dan gedung menteri keungan Indonesia KONTAN/ Achmad Fauzie


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi 5% lebih. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis beberapa strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional sehingga bisa terhindar dari resesi. 

Dikutip akun media sosial twitter Kementerian Keuangan, ada tiga pilar yang disiapkan untuk mengupayakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terjaga.

Pertama, akselerasi eksekusi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam pilar ini, tentunya pemerintah akan mempercepat penyaluran program eksisting dan menyelesaikan program-program baru.

Seperti yang diketahui, pemerintah menyediakan anggaran Rp 695,2 triliun untuk melaksanakan program PEN yang didalamnya untuk sektor kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, dunia usaha, pemda dan lain sebagainya.

Baca Juga: Throwback Thursday! Sri Mulyani kenang saat diundang Jokowi 22 tahun lalu

Kedua, memperkuat konsumsi pemerintah. Dalam hal ini adalah memperkuat belanja pegawai sebagai instrumen pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya yakni percepatan pencairan gaji ke-13.

“Realokasi belanja barang untuk mendukung digitalisasi birokrasi. Sedangkan realokasi belanja modal untuk mendukung infrastruktur digitalisasi layanan publik,” tulis Kemenkeu, Kamis (13/8).

Ketiga, memperkuat konsumsi atau daya beli masyarakat dengan akselerasi belanja bantuan sosial. Pemerintah melakukan modifikasi belanja perlindungan sosial dengan besaran nominal yang dinaikan, penerima yang diperluas hingga periode yang diperpanjang. Harapannya, strategi ini bisa berhasil mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan dapat bangkit kembali.

Baca Juga: Dana stimulus untuk memulihkan ekonomi sudah sangat signifikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×