kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.729   44,00   0,25%
  • IDX 6.357   -242,36   -3,67%
  • KOMPAS100 842   -32,30   -3,69%
  • LQ45 635   -16,38   -2,52%
  • ISSI 227   -10,86   -4,56%
  • IDX30 362   -7,21   -1,95%
  • IDXHIDIV20 449   -6,68   -1,47%
  • IDX80 97   -3,25   -3,25%
  • IDXV30 125   -3,52   -2,74%
  • IDXQ30 117   -1,56   -1,32%

Ini target tinggi Djarot, Dirut Bulog yang baru


Selasa, 09 Juni 2015 / 06:14 WIB
ILUSTRASI. Layar digital menunjukan pergerakan harga saham Bursa Efek Indonesia pada kantor sekuritas di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak segan mencopot Direktur Utama Bulog yang baru saja ditunjuk, Djarot Kusumayakti jika tak mampu memenuhi ekspektasi pemerintah. Bahkan Kementerian BUMN juga sudah memberi target peningkatan penyerapan beras oleh Bulog pada Juli 2015.

"Pokoknya harus lebih baik (penyerapan beras) dari yang sekarang 1,2 juta ton. Kalau sampai akhir Juli tetap 1,2 juta ton, ya wassalam, artinya kan tidak ada serapan," ujar Deputi BUMN Bidang Usaha Agro dan Industri Strategis, Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani di Jakarta, Senin (8/6/2015).

Menurut dia, pemerintah saat ini memiliki target besar mampu menyerap beras 4 juta ton sampai akhir 2016 untuk menjaga stok beras nasional. Oleh karena itu, Bulog sangat diharapkan mampu memenuhi target itu.

Zamkhani menuturkan, karena target tinggi itulah, Djarot ditunjuk menjadi Dirut Bulog menggantikan mantan rekannya saat bekerja di Bank Rakyat Indonesia (BRI) yaitu Lenny Sugihat. Djarot pun sudah menyatakan Komitmennya untuk memenuhi target pemerintah itu. 

Bahkan, Djarot menyarakan siap mundur bila permintaan pemerintah serap 4 juta ton beras hingga akhir tahun tak mampu dia berikan. "Kalau gagal saya enggak akan tunggu dicopot tapi saya akan langsung minta dicopot," kata Djarot. 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menunjuk Djarot Kusumayakti sebagai Direktur Utama Bulog yang baru. Djarot akan duduk di "kursi panas" BUMN yang saat ini ramai disorot karena kinerjanya itu. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×