kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.020   45,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Jokowi tidak mau Bulog menjadi komersil


Senin, 08 Juni 2015 / 16:21 WIB
Jokowi tidak mau Bulog menjadi komersil
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasannya mengganti Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Lenny Sugihat. Menurutnya, pergantian itu terkait dengan persiapan perusahaan pelat merah itu menjadi institusi penyangga pangan nasional.

Selama ini, menurut Jokowi Bulog telah berjalan dalam koridor yang salah, karena mengutamakan keuntungan alias profit daripada stabilitas harga pangan. "Padahal menurut Undang-undang fungsi Perum itu menyangga," ujar Jokowi, Senin (8/6) di Jakarta.

Jokowi tidak menegaskan, apakah Lenny dianggap tidak mumpuni untuk menjalankan fungsi Bulog sesuai harapannya. Namun, ia mengatakan Bulog merupakan posisi strategis dalam mengelola pangan.

Mendatang, Bulog tidak hanya akan mengelola komoditas pangan berupa beras saja melainkan akan ditambah dengan komoditas lainnya. Total, ada sembilan pangan yang akan dibebankan kepada Bulog.

Meski sudah menegaskan tentang pemberhentian Lenny dari Dirut Bulog, Jokowi belum mau menyebutkan siapa yang akan menggantikannya. Ia mengaku menyerahkan semuanya kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×