CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.900   -42,00   -0,23%
  • IDX 6.320   87,76   1,41%
  • KOMPAS100 836   13,05   1,59%
  • LQ45 636   8,33   1,33%
  • ISSI 217   2,60   1,21%
  • IDX30 358   3,64   1,03%
  • IDXHIDIV20 444   3,73   0,85%
  • IDX80 95   1,36   1,44%
  • IDXV30 119   0,79   0,67%
  • IDXQ30 115   0,89   0,78%

Jokowi tidak mau Bulog menjadi komersil


Senin, 08 Juni 2015 / 16:21 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasannya mengganti Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Lenny Sugihat. Menurutnya, pergantian itu terkait dengan persiapan perusahaan pelat merah itu menjadi institusi penyangga pangan nasional.

Selama ini, menurut Jokowi Bulog telah berjalan dalam koridor yang salah, karena mengutamakan keuntungan alias profit daripada stabilitas harga pangan. "Padahal menurut Undang-undang fungsi Perum itu menyangga," ujar Jokowi, Senin (8/6) di Jakarta.

Jokowi tidak menegaskan, apakah Lenny dianggap tidak mumpuni untuk menjalankan fungsi Bulog sesuai harapannya. Namun, ia mengatakan Bulog merupakan posisi strategis dalam mengelola pangan.

Mendatang, Bulog tidak hanya akan mengelola komoditas pangan berupa beras saja melainkan akan ditambah dengan komoditas lainnya. Total, ada sembilan pangan yang akan dibebankan kepada Bulog.

Meski sudah menegaskan tentang pemberhentian Lenny dari Dirut Bulog, Jokowi belum mau menyebutkan siapa yang akan menggantikannya. Ia mengaku menyerahkan semuanya kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×