kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Ini sektor prioritas yang akan dibuka lebih dulu saat new normal


Kamis, 11 Juni 2020 / 04:00 WIB


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki tatanan kenormalan baru (new normal) saat pandemi virus corona (Covid-19), tidak seluruh sektor akan langsung dibuka.

Presiden Joko Widodo menyampaikan, dalam memasuki kenormalan baru sektor-sektor akan dibuka secara bertahap. Termasuk bagi sektor ekonomi.

"Sektor ekonomi yang penularannya rendah tapi dampak ekonomi tinggi didahulukan," ujar Jokowi saat melakukan kunjungan ke Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca Juga: Tak semua sektor dibuka bersamaan saat new normal, ini prioritas Jokowi

Beberapa sektor menjadi prioritas bagi Jokowi untuk dibuka terlebih dahulu dalam tatanan kenormalan baru. 

"Terutama sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, industri manufaktur, konstruksi, logistik, transportasi barang, pertambangan, perminyakan," terang Jokowi.

Jokowi bilang sejumlah daerah telah melakukan penahapan tersebut. Sebagian sektor sudah mulai beroperasi kembali sementara sektor lainnya masih ditutup.

Jokowi juga meminta agar pembuatan kebijakan dalam penentuan membuka kembali sejumlah sektor di daerah harus dilakukan dengan hati-hati. Hal itu agar tak terjadi lonjakan kasus saat kembali dibukanya aktivitas.

Prakondisi menjadi salah satu tahapan penting. Sosialisasi dalam menerapkan protokol kesehatan secara masif harus dilakukan agar menunjang kesiapan masyarakat memasuki kenormalan baru.

Baca Juga: Kenormalan baru, Istana mulai gelar rapat terbatas dengan tatap muka

Waktu dimulainya tatanan kenormalan baru juga perlu melihat sejumlah faktor. Antara lain faktor epidemiologi, kesiapan fasilitas kesehatan, serta faktor pelacakan dan pemeriksaan secara masif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×