kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Ini respon Presiden Jokowi atas kasus Baiq Nuril


Senin, 19 November 2018 / 12:08 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LAMONGAN. Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara atas kasus yang dialami Baiq Nuril, mantan pegawai honorer SMAN 7 Mataram yang terjerat kasus Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Menurut Presiden, semua pihak harus menghormati proses hukum yang berjalan. Dirinya mengingatkan, bahkan seorang presiden pun tidak bisa mengintervensi putusan hukum.

"Mari kita hormati proses kasasi di MA. Sebagai kepala pemerintahan, saya tidak mungkin, tidak bisa intervensi putusan tersebut. Ini harus tahu," jelas Presiden di Pasa Sidoharjo, Senin (19/11).

Tapi dalam mencari keadilan Baiq Nuril masih bisa mengajukan upaya hukum yaitu peninjauan kembali (PK). Presiden berharap nantinya melalui PK, Mahkamah Agung dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya.

"Saya sangat mendukung Ibu Baiq Nuril mencari keadilan," tambah dia. 

Kalaupun, seandainya nanti PK-nya masih belum mendapatkan keadilan. Baiq Nuril bisa mengajukan grasi ke Presiden.

"Memang tahapannya seperti itu. Kalau sudah mengajukan grasi ke presiden, nah nanti itu bagian saya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×