kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.026,34   9,98   0.98%
  • EMAS975.000 -0,51%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Ini Prediksi Menkes Budi Gunadi Soal Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Wajib Tahu


Selasa, 14 Juni 2022 / 04:00 WIB
Ini Prediksi Menkes Budi Gunadi Soal Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Wajib Tahu


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 sudah terdeteksi di Indonesia, tepatnya di Bali dan Jakarta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginformasikan, ada 8 kasus Omicron BA.4 dan BA.5 di Tanah Air. 

Berkaitan dengan hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi subvarian tersebut.

"Bapak Presiden juga memberikan arahan ke kami bahwa lebih baik kita waspada, lebih baik kita berhati-hati. Karena kewaspadaan kita, konservatifnya kita, kehati-hatian kita, sudah memberikan hasil bahwa kondisi penanganan pandemi di Indonesia termasuk yang relatif baik dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia,” ujar Budi Gunadi, Senin (13/6/2022) seperti yang dilansir dari laman setkab.go.id.

Menkes menyampaikan, varian BA.4 dan BA.5 memicu kenaikan kasus di sejumlah negara. Namun, varian tersebut memiliki tingkat kenaikan kasus, hospitalisasi, maupun kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan awal munculnya varian Omicron.

"Hasil pengamatan kami bahwa puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5 ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron," paparnya. 

Baca Juga: Subvarian Baru Omicron BA.4 & BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Tingkat Kesakitan Rendah

Selain itu, kasus hospitalisasi terkait Omicron BA.4 dan BA.5 juga diprediksi  sepertiga dari kasus hospitalisasi Delta dan Omicron. Sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari kasus kematian akibat Delta dan Omicron.

Dia juga memprediksi, puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia akan terjadi pada minggu kedua atau ketiga Juli 2022. 

"Biasanya, gelombang varian baru virus akan mencapai puncak sekitar satu bulan sejak kasus pertama ditemukan," ujarnya. 

Budi memaparkan, berdasarkan indikator transmisi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO kondisi penanganan pandemi di tanah air masih relatif baik dibandingkan negara-negara lain. 

Baca Juga: Meski Kasus Covid-19 Membaik, Menkes: Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Tetap Waspada

Standar WHO untuk kasus konfirmasi level 1 adalah maksimal 20 kasus per minggu per 100 ribu penduduk, sementara Indonesia masih 1 kasus per minggu per 100 ribu penduduk.

“Positivity rate-nya juga WHO mengasih standar 5 persen, kita masih di angka 1,36 persen. Reproduction rate (Rt) atau reproduksi efektif itu juga dikasih standarnya di atas 1 yang relatif perlu dimonitor, kita masih di angka 1. Sehingga dari tiga indikator transmisi, kondisi Indonesia masih baik,” terangnya.

Meski situasi pandemi terkendali, pemerintah terus mengantisipasi lonjakan kasus. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan mengakselerasi vaksinasi booster dan meminta masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Bapak Presiden juga memberikan arahan agar booster ini bisa lebih mudah diterima oleh teman-teman, ya setiap acara-acara besar kalau bisa diwajibkan untuk menggunakan booster. Sehingga bisa memastikan teman-teman yang mengikuti acara dari kerumunan besar itu relatif aman," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×