Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.475
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Ini masalah utama negara-negara OKI

Rabu, 23 Oktober 2013 / 08:29 WIB

Ini masalah utama negara-negara OKI

JAKARTA. Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan masalah utama di beberapa negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) adalah angka kematian ibu dan anak yang masih cenderung tinggi. Karena itu dalam Konferensi ke-4 Tingkat Menteri Kesehatan Negara Anggota OKI yang diselenggarakan di Jakarta mulai 22-24 Oktober 2013 ini menjadikan isu tersebut sebagai persoalan utama yang dibahas.

Hal itu dikatakan Nafsiah saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Selasa (22/10) petang. Selain angka kematian ibu dan anak yang cukup tinggi, masalah lain yang menjadi persoalan di negara-negara anggota OKI adalah tingginya mortalitas dan morbiditas pada perempuan selama masa produktif sebagai akibat dari tidak diakui dan tidak dipenuhinya kebutuhan yang terkait dengan kehamilan dan persalinan.

Menurut WHO, setidaknya 287.000 perempuan di dunia mati akibat komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. "Masa depan kita akan sangat tergantung pada upaya kami hari ini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas kepada umat," ujar Menkes.

Sejak didirikan pada tahun 2007, sidang OKI tahun ini diselenggarakan untuk yang ke-4 kalinya. Dalam sidang ini para anggota meninjau ulang komitmen berserta implementasi dan hasil yang dicapai pada sidang sebelumnya. Kegiatan ini didahului dengan pertemuan steering committe on health. Koferensi OKI ini berlangsung selama tiga hari mengusung tema "Gizi lebih baik, kesehatan yang lebih baik, umat yang lebih baik".

Menurut Menkes, tema tersebut menyoroti pencegahan kehamilan berisiko tinggi dan peningkatan gizi pada anak sehat yang berfungsi sebagai dasar untuk pengembangan masyarakat mandiri dan produktif. Sebagai bagian dari strategi, Menkes bilang, para peserta konferensi dalam menghadapi dan menuntaskan tantangan di bidang kesehatan, negara anggota OKI berinisiatif mengembangkan Strategi Program Kesehatan OKI tahun 2013-2022.


Reporter: Noverius Laoli
Editor: Barratut Taqiyyah
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0499 || diagnostic_web = 0.4071

Close [X]
×