kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ini lima poin penting usulan Indonesia pada KTT Luar Biasa G20 tentang Covid-19


Kamis, 26 Maret 2020 / 15:18 WIB
Ini lima poin penting usulan Indonesia pada KTT Luar Biasa G20 tentang Covid-19
ILUSTRASI. Negara G20 Berkomitmen Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Virus Korona.

Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia akan menyampaikan lima poin penting mengenai penanganan pandemi Covid-19 dalam  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa G20 secara virtual pada malam ini pukul 19.00 WIB, Kamis (26/3). 

Pertemuan tersebut  akan diikuti oleh seluruh pemimpin negara G20 dan organisasi internasional terkait, termasuk Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Sherpa G20 Indonesia. KTT akan dipimpin oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Baca Juga: Kerap perang kata-kata soal corona, AS dan China akan berseberangan dalam KTT G20?

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman, selaku Sherpa G20 Indonesia, sebelumnya telah mengikuti  pertemuan virtual G20 Extraordinary Sherpa Meeting yang menjadi pendahuluan untuk membahas konsep "Leaders’ Statement on Covid-19”  

"Sherpa G20 Indonesia menyampaikan bahwa Leaders’ Statement harus merekomendasikan langkah-langkah konkret dan dapat dieksekusi untuk penanganan Covid-19.  Setiap negara anggota G20 harus berkomitmen untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam penanganan pandemi global,”  tutur  Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kemenko Perekonomian  Hermin Esti Setyowati  dalam keterangan resmi, Kamis (26/3). 

Terdapat beberapa poin utama yang direkomendasikan menjadi bagian dari Leaders’ Statement.  Pertama, meningkatkan proteksi sosial terhadap kelompok rentan, termasuk masyarakat usia lanjut, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta pekerja dengan upah rendah. 

Kedua, mendukung dan memastikan keselamatan tenaga medis sesuai dengan standar World Health Organization (WHO) melalui kemudahan akses terhadap obat-obatan dan alat pelindung diri (APD). 




TERBARU

Close [X]
×