kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.695   -123,00   -0,69%
  • IDX 6.310   302,08   5,03%
  • KOMPAS100 841   47,38   5,97%
  • LQ45 630   32,88   5,50%
  • ISSI 216   9,69   4,70%
  • IDX30 356   17,25   5,09%
  • IDXHIDIV20 436   18,32   4,39%
  • IDX80 95   5,28   5,88%
  • IDXV30 117   3,85   3,41%
  • IDXQ30 114   4,97   4,55%

Ini dampak S&P menahan dan menaikkan peringkat RI


Selasa, 16 Mei 2017 / 20:53 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Indonesia tengah menanti penilaian salah satu lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P) terhadap utang Indonesia. Pasalnya, tinggal lembaga tersebut yang belum menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade).

Beberapa pihak memproyeksi S&P belum akan menaikkan peringkat utang Indonesia di tahun ini. Hal tersebut berkaitan dengan situasi politik di tanah air.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, jika S&P tidak menaikkan peringkat Indonesia tidak akan berdampak negatif terhadap investasi. Sebab menurutnya, selama ini tanpa kenaikan peringkat utang, aliran modal asing tetap masuk ke Indonesia.

"Hanya, kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan premium di obligasi pemerintah dan swasta yang lebih rendah," kata Andry saat dihubungi KONTAN, Selasa (16/5). Meski demikian menurutnya, pemerintah harus tetap fokus pada transformasi struktural dan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, jika peringkat Indonesia dinaikkan ke investment grade, maka akan ada penurunan premium untuk surat utang pemerintah dan swasta Indonesia di atas surat utang yang telah mendapatkan peringkat AAA.

"Akibatnya ongkos penerbitan menjadi lebih rendah atau lebih murah," tambah Andry.

Tak hanya itu, jika S&P menaikkan peringkat Indonesia maka ada potensi tambahan arus modal asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia. Selain itu, kenaikan peringkat utang Indonesia juga akan mengerek harga saham dan surat utang pemerintah dan swasta Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×