kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.165   18,00   0,10%
  • IDX 5.338   -35,03   -0,65%
  • KOMPAS100 694   -1,59   -0,23%
  • LQ45 540   -1,86   -0,34%
  • ISSI 182   -1,36   -0,74%
  • IDX30 303   -1,46   -0,48%
  • IDXHIDIV20 402   0,51   0,13%
  • IDX80 80   -0,14   -0,17%
  • IDXV30 113   1,20   1,08%
  • IDXQ30 101   -0,30   -0,29%

Ini alasan pemerintah tak keluarkan larangan resmi mudik lebaran


Kamis, 02 April 2020 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berpidato di acara silaturahmi dan apel kebangsaan di Rumah Radakang, Pontianak, Kalbar, Jumat (12/4/2019).


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Sementara bagi mereka yang tetap ingin mudik, maka harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari di kampung halamannya masing-masing.

Pemerintah juga akan memastikan agar penggunaan angkutan umum sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, khususnya terkait dengan jaga jarak atau physical distancing.

Baca Juga: Menko Luhut: Usai dikaji larangan mudik hanya imbauan

"Ini akan berdampak pada harga-harga angkutan kalau memang ada juga yang mudik. Karena satu bus yang berpenumpang 40 mungkin hanya tinggal diisi 20 orang. Sehingga tentu harganya bisa melonjak," ucap Luhut.

"Tapi ini kita untuk menjaga penyebaran dari Covid-19 tanpa membunuh sama sekali kegiatan-kegiatan ekonomi kita," sambung dia. (Ihsanuddin)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luhut Ungkap Kenapa Tak Ada Larangan Mudik Lebaran"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×