kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Ingin partai berpengaruh? Rekrutlah pengusaha!


Rabu, 20 Februari 2013 / 13:39 WIB
Ingin partai berpengaruh? Rekrutlah pengusaha!
ILUSTRASI. Penjualan produk Unilever di supermarket, Jakarta Selatan, Senin (08/02).  Diborong asing, saham Unilever Indonesia (UNVR) melesat 23,32% sepekan.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Jika partai ingin memiliki pengaruh, maka salah satu solusi instannya adalah merekrut pengusaha. Hal ini disampaikan oleh politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung di Jakarta, Rabu (20/2).

Menurut Pramono, selama ini partai gemar merekrut artis, aktivis dan birokrat untuk menjadi kader guna mempopulerkan partainya. Ditambah dengan merekrut pengusaha, kata Pramono, partai berpotensi bisa lebih populer lagi agar bisa melenggang di ajang pemilu 2014.

"Kalau mau memenangkan pemilu, maka 4 unsur (pengusaha, artis, aktivis dan birokrat) bisa menjadi tumpuan utama partai," kata Pramono saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/2).

Sejak pemilu 2009 memang ada beberapa pengusaha yang berprofesi sebagai anggota DPR seperti Bambang Soesatyo (Golkar), Mirwan Amir (Demokrat), Saleh Husein (Hanura) dan banyak lagi.

Bahkan menjelang 2014 ada juga beberapa pengusaha yang mulai bergabung ke partai politik. Salah satunya adalah pemilik MNC Grup Harry Tanoe Sudibyo. Sebelum bergabung ke partai Hanura, Hary sebelumnya bergabung ke partai Nasdem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×