kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ingin lebih tepat sasaran, anggaran subsidi di RAPBN 2019 turun jadi Rp 220,9 triliun


Kamis, 16 Agustus 2018 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Menkeu memaparkan kinerja APBN 2018


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menurunkan pagu anggaran subsidi di tahun depan, baik anggaran subsidi energi maupun non energi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam RABPN 2019, anggaran subsidi ditetapkan sebesar Rp 220,9 triliun, turun 3,15% dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp 228,1 triliun.

Lebih rinci, anggaran untuk subsidi energi di tahun depan sebesar Rp 156,5 triliun atau turun 4,2% dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp 163,5 triliun. 
Anggaran subsidi energi di tahun depan ini mencakup subsidi BBM dan elpiji sebesar Rp 100,1 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 56,5 triliun.

“Subsidi energi tahun ini lebih besar karena kami bayar kurang bayar untuk Pertamina dan PLN, tetapi parameternya akan tetap sama,” ujar Sri Mulyani di kawasan GBK, Jakarta, Kamis (16/8).

Ia melanjutkan, tahun depan, pemerintah ingin penyaluran subsidi lebih tepat sasaran. Subsidi solar juga ditetapkan sebesar Rp 2.000 per liter, dengan volume solar sebanyak 14,5 juta kiloliter (kl), minyak tanah 610.000 kl, dan elpiji 6.978 juta kilogram (kg).

Sementara untuk subsidi listrik, akan ditujukan untuk subsidi yang tepat sasaran untuk pelanggan 480 volt ampere (VA) dan 900 VA, peningkatan rasio elektrifikasi, serta peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Selain itu, subsidi nonergi di tahun depan dianggarkan sebesar Rp 64,3 triliun, juga menurun dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp 64,7 triliun. 

Terdiri dari subsidi pupuk sebesar Rp 29,5 triliun, public service obligation (PSO) sebesar Rp 6,8 triliun, dan subsidi bunga kredit program sebesar Rp 16,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×